All Right Reserved by dutainfoupdate

Harapan Bagi Bangkitnya Ekonomi di Papua Non-Tambang

Nasional, dutainfoupdate.com – (PON) XX Pekan Olahraga Nasional yang akan di gelar empat tahunan ini, kini akan diselenggarakan di bumi Cendrawasih Papua.

Dalam perhelatan PON Papua ini, harapan besar datang dari Bank Indonesia (BI). BI berharap agar PON bisa bangkitkan potensi ekonomi non-pertambangan di Papua seperti sektor pertanian, perikanan, pariwisata serta ekonomi kreatif.

“Ajang PON Papua kali ini sekaligus sebagai momentum dan pembuktian bahwa ke depan masyarakat Papua juga bisa beralih ke sektor non-tambang,” kata Asisten Direktur Perwakilan BI Papua, Dwi Putra Indrawan, sebagaimana dikutip HaloYouth.com dari Antara pada Selasa 28 September 2021.

Dwi melihat dari sisi pertumbuhan, meskipun ditengah situasi pandemi Covid-19 tetapi Papua mempunyai peluang ekonominya bisa tumbuh di angka 13,14 persen. Sekalipun pertumbuhan itu sebagian besar masih ditopang oleh sektor pertambangan.

“Oleh karena itu, BI mencoba mendorong ke depan, Papua lebih menguatkan potensi ekonomi di sektor non-pertambangan seperti pertanian, perikanan dan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Dwi.

Disisi lain, hal yang perlu diwaspadai dari penyelenggaraan PON ini adalah dampak bahwa kegiatan tersebut juga mempunyai potensi meningkatkan inflasi karena terjadinya peningkatan permintaan terutama di sektor pangan.

Karena itu, Tim Pengelola Inflasi Daerah (TPID) yang dimandatkan ke BI telah mengantisipasi akan permintaan bahan pokok selama pelaksanaan PON Papua berlangsung.

Strategi yang telah diambil dan akan dilakukan oleh TPID Papua diantaranya adalah pengadaan beras oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Stok beras untuk Provinsi Papua cukup untuk empat bulan,” kata Dwi.

Disamping itu, ketersediaan daging ayam melalui inisiasi koperasi peternak ayam juga ada dalam pantauan TPID. Strategi lainnya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pasokan buah-buahan dan sayuran.

Kendati demikian, agar tidak terjadi lonjakan harga pasar, BI mendukung terhadap upaya untuk mendatangkan kebutuhan pangan dari luar Papua.TPID juga memperhatikan kelancaran distribusi pangan dan logistik.

Dwi juga berpendapat, bahwa sejauh ini Papua mengalami deflasi dengan rentang aman, yakni 0,21 persen.

“Soal pangan ini merupakan sektor paling sensitif dengan inflasi,” Ucap Dwi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

          All Right Reserved bydutainfoupdate